KECAMATAN ATU LINTANG KABUPATEN ACEH TENGAH PROVINSI ACEH

Tampilkan postingan dengan label Gayo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gayo. Tampilkan semua postingan

Gebrak Masker Aceh Kecamatan Atu Lintang

tanohabu.blogspot.com- Camat kecamatan Atu Lintang sosialisasikan dalam rangka mendukung Pemerintah Aceh melakukan kampanye Gerakan Masker Aceh (GEMA) untuk mencegah penyebaran Covid-19 sosialisasi dan pembagian masker ,spanduk dan juga leflet dilaksanakan di Kampung Atu Lintang Kecamatan Atu Lintang Kabupaten Aceh Tengah (04 Agustus 2020).

GEMA dilakukan oleh Pemerintah Aceh mengingat kasus positif terinfeksi virus corona terus meningkat di Serambi Makah. Salah satu upaya pencegahan penularan dengan menggunakan masker.

Melalui gerakan ini, masyarakat diharapkan lebih sadar terhadap bahaya virus corona dan mulai mengenakan masker untuk mencegah penularan

Kampanye ini juga akan diisi dengan pemasangan spanduk berisi ajakan memakai masker di masjid-masjid, serta penyampaian materi pentingnya penggunaan masker di setiap mimbar khutbah Jumat.

Sementara itu, Camat Kecamatan Atu Lintang Bapak Hermansyah  menyatakan Gebrak Masker merupakan sosialisasi untuk mengingatkan masyarakat kembali akan penggunaan masker, Sebab, pemerintah tidak dapat bergerak sendiri dalam pemutusan mata rantai penularan virus corona.Seluruh komponen termasuk masyarakat juga harus terlibat dalam upaya pencegahan. Bapak Camat juga menjelaskan bahwasanya  bantuan yang didapat untuk kecamatan Atu Lintang yaitu masker dengan jumlah 2100 Buah ,spanduk 2 Buah dan Leflet 3 Rim.

"Gerakan ini lebih kepada edukasi bahwa Covid-19 ini nyata adanya dan harus dicegah dengan serius dengan disiplin terapkan protokol kesehatan," 

Turut hadir dalam sosialisasi penggunaan masker tersebut adalah Bapak Danramil Kecamatan Atu Lintang Bapak Kapolpos Kecamatan Atu Lintang,UPTD Puskemas Atu Lintang Pendamping Desa, dan Aparatur kampung Se Kecamatan Atu Lintang.

Pada akhir acara sosialisasi tersebut dilaksanakan penyerahan secara simbolis bantuan berupa Masker dan  Leflet  kepada 11 Kampung di Kecamatan Atu Lintang yang langsung di terima oleh reje dari masing-masing Kampung. 

Kampung Tanoh Abu salah Satu kampung yang mendapatkan bantuan masker dan leflet lansung membagikan masker bantuan tersebut,adapun masker yang didapat dalam Kegaiatan Sosialisasi GEMA untuk Kampung Tanoh Abu Berjumlah 133 Buah  dan juga leflet yang akan di tempel di setiap rumah warga.








Share:

sensus penduduk september 2020 Kampung Tanoh Abu

Tanoh Abu - Kegiatan lapangan Sensus Penduduk 2020 resmi diluncurkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui acara "Kick Off Sensus Penduduk September 2020", Senin (31/8/2020). Peluncuran Sensus Penduduk 2020 secara offline ini disiarkan langsung melalui YouTube BPS, Senin (31/8/2020) siang.



 "Pencacahan lapangan mulai dilaksanakan di Kampung Tanoh Abu , 2 September 2020," kata Petugas sensus BPS Bapak Endi , Sistem sensus penduduk tahun 2020 memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu menggunakan metode kombinasi dengan menggunakan data Dukcapil dari Kemendagri sebagai data dasar. Beberapa waktu lalu, sensus penduduk online telah selesai digelar, yaitu pada 15 Februari-29 Mei 2020. 

"Pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 akan dilanjutkan dengan pencacahan lapangan di bulan September 2020 untuk mencatat penduduk Kampung tanoh Abu Kecamatan Atu Lintang  yang belum mengikuti sensus penduduk online," kata Sabil. Untuk seluruh penduduk, baik yang sudah mengikuti sensus penduduk online maupun yang belum, akan dicek kembali keberadaannya oleh petugas sensus.

sesuai dengan surat Bupati Aceh Tengah Nomor 470/3686/DKPS/ Perihal Dukungan Pelaksanaan Sensus Penduduk September 2020 dan Surat Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Tengah  Nomor B-240/BPS/1106/08/2020 Perihal permohonan pelibatan Kepala Kampung  dan kepala Dusun pada pelaksanaan sensus penduduk september 2020. menegasakan untuk mendukung Sensus Penduduk September 2020 dengan melibatkan Kepala Kampung  dan kepala Dusun .keterlibatan tersebut dalam bentuk:
  1. Membantu Petugas sensus memeriksa daftar penduduk di kampung/dusun masing-masing
  2. membantu petugas sensus melakukan verivikasi lapangan keberadaan penduduk di kampung /dusun masing-masing
  3. mendorong masyarakat untuk mengisi Kuisioner SP2020 dan mengembalikan kuisioner tersebut kepada petugas sensus setelah diisi dengan baik teratur.
  4. agar tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid 19.
untuk saat ini kegiatan Sensus Penduduk September 2020 dikampung Tanoh Abu Kecamatan Atu Lintang sedang berjalalan untuk pendataannya sendiri dilakukan setiap kepala dusun mendampingi 2 petugas sensus, dusun yang berada di Kampung Tanoh Abu terdapat 2 dusun yaitu Dusun Temas Miko dan Dusun Merah Silo. Bapak Warsono Selaku Reje Kampung Tanoh Abu meminta kepada masyarakat untuk mendukung dan berkerjasama dalam memberikan data kepada petugas sensus supaya ini menjadi langkah penting pewujudan Satu Data Kependudukan Indonesia.
Share:

MANFAATKAN POTENSI DESA SAAT PANDEMI

Desa menjadi sumber aktivitas produksi komoditas yang berasal langsung dari alam. Desa juga menjadi rumah bagi para pelaku usaha mikro kecil yang produknya unik dan khas.

Tidak jarang banyak desa di pelosok nusantara masyarakatnya mampu menghasilkan produk unggulan dengan nilai jual tinggi. Bahkan alam pedesaan di hampir seluruh desa di Indonesia merupakan destinasi wisata yang sungguh menarik perhatian.






 

Namun sayangnya, masih banyak kendala bagi desa-desa di Indonesia untuk maju, berkembang, hingga meningkat kesejahteraan masyarakatnya. Sejumlah kendala dimaksud di antaranya masih kurangnya kualitas sumber daya manusia (SDM) di desa-desa untuk dapat mengolah potensi ekonomi menjadi sumber kesejahteraan bersama.

Saluran informasi yang memadai kerap kali menjadi faktor penghambat kemajuan desa yang lain. Selain itu, masih terbatasnya infrastruktur termasuk teknologi informasi juga kerap kali menjadi kendala yang mengganggu sehingga potensi dan produk unggulan desa tidak terpromosikan dengan baik

Desa tanoh Abu Kecamatan Atu Lintang sebagai desa/kampung yang memiliki usaha home industri kerajinan bambu, didukung sebagai kawasan yang memiliki potensi bambu. 

Pengrajin di Desa tanoh abu menghasilkan beragam produk dan peralatan rumah-tangga berbahan baku bambu. Seperti tampah, capil, tempat nasi, dan lainnya. Saat ini, produk bambu ini pemasarannya masih dalam wilayah desa dan desa tetanga.

Bapak sarno sebagai pengrajin bambu menututkan bahwasanya  masih membutuhkan berbagai alat pendukung, seperti  mesin pengirat dan mesin pembelah bambu untuk hasil yang maksimal. Mesin pengirat dibutuhkan untuk menghasilkan iratan tipis. Selama ini perajin selama ini menggunakan cara manual untuk membelah bambu.

Di masa mendatang, tentu ini perlu ditangkap sebagai peluang yang dapat diambil oleh Desa kususnya desa tanoh abu kecamatan atu lintang melalui Badan Usaha Milik Desa, maupun stekholder yg terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdangangan Koperasi Kabupaten Aceh Tengah untuk menyelenggarakan pelatihan bagi para perajin guna meningkatkan kemampuan dan wawasan supaya bisa meningkatkan produktivitas perajin, misalnya dukungan pelatihan kerajinan sejenis serta inovasi produk dan pemasaran.

Dalam membantu pemesanan produk dalam sekala kecil dan besar dapat langsung menghubungi no Hp.  6281393203165 

Share:

KENAPA SAYA TIDAK DAPAT BANTUAN? BERIKUT PENJELASANNYA

KENAPA SAYA TIDAK DAPAT BANTUAN?

Mari sama-sama kita pahami berbagai informasi tentang bantuan tanggap Covid-19 yang disebut JPS (Jaring Pengaman Sosial) sebagai berikut:

Bantuan yang turun ke masyarakat bukan satu macam, tetapi ada TUJUH MACAM Bantuan, Ketujuh macam bantuan tersebut yaitu:
  1.  Program Keluarga Harapan (PKH)
  2.  Bantuan Sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), yang dulu disebut RASKIN atau                 RASTRA
  3. Tambahan Sembako
  4. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kementerian Sosial
  5. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Provinsi
  6. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kabupaten
  7. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) 

Ketujuh macam bantuan tersebut adalah bantuan yang berbeda, jadi PENGELOLA, CARA PENYALURAN & WAKTU PENYALURANNYA BERBEDA, Perlu diingat juga bahwa, SATU KELUARGA HANYA BOLEH MENERIMA SATU MACAM BANTUAN,Semua bantuan tersebut, selain dari pembagian beras yang telah dilaksanakan sebelumnya, beras tersebut adalah BERAS CADANGAN PEMERINTAH (BCP) yang jumlahnya terbatas dan hanya dibagi satu kali Untuk itu, di sini akan kami bahas satu persatu, mohon dibaca dengan santai dan dipahami dengan baik:

  1. Program Keluarga Harapan (PKH) Penerima PKH adalah penerima PKH yang selama ini sudah menerima PKH, jadi tidak ada tambahan bantuan untuk penerima PKH atau tambahan keluarga penerima PKH. Penerima PKH sebagian besar juga menerima Sembako/BPNT, jadi mereka akan tetap menerima bantuan seperti biasa yaitu PKH & sembako
  2. Bantuan Sembako atau Bantuan Pangan Non     Tunai (BPNT), yang dulu disebut RASKIN atau RASTRA Penerima Sembako adalah penerima sembako yang selama ini juga sudah menerima sembako, jadi tidak ada tanbahan bantuan penerima sembako. Sebagian besar penerima sembako adalah penerima PKH, dan mereka juga akan tetap menerima bantuan seperti biasa
  3. Tambahan Sembako Tambahan sembako, penerimanya ditetapkan oleh Kementerian Sosial. Data penerimanya diambil dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dulu disebut Basis Data Terpadu (BDT). Data tersebut dikelola oleh Pusdatin (Pusat Data dan Informasi) Kementerian Sosial, data tersebut berisi data-data orang miskin yang diperoleh dari Sensus PPLS tahun 2011, diperbaharui tahun 2015 & tahun 2018. Mulai 2019, seharusnya data tersebut bisa diperbaharui setiap 3 bulan sekali, namun karena sesuatu hal, pelaksanaan pembaharuan tersebut tidak berjalan dengan baik, baik oleh Dinas Sosial maupun nagari. Penerima PKH dan sembako juga diambil dari data ini. Tambahan sembako ini disalurkan melalui KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) berupa kartu ATM (yang juga digunakan oleh penerima PKH & sembako) yaitu senilai Rp. 200.000,-/bulan selama 9 bulan (April-Desember 2020). Hingga saat ini, bantuan ini sudah diproses dan di beberapa daerah sudah mulai dibagikan.
  4. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kementerian Sosial Penerima BLT Kementerian Sosial juga ditetapkan oleh Kementerian Sosial dan diambil dari DTKS. BLT tersebut dapat diambil langsung di Kantor pos wilayah masing2 Pos). Besar bantuan ini adalah Rp. 600.000,-/bulan selama 3 bulan (April-Juni) dengan total Rp. 1.800.000,-
  5. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Provinsi Penerima BLT Provinsi ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi dengan nama calon penerima diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten , dan datanya juga diambil dari DTKS yang tidak menerima PKH, Sembako, Tambahan Sembako dan BLT Kementerian Sosial sesuai dengan jumlah kuota yang ditetapkan Pemerintah Provinsi. Penyaluran bantuan ini dilaksanakan dengan cara diantar langsung oleh Pos. Besar bantuan ini juga Rp. 600.000,-/bulan selama 3 bulan (April-Juni) dengan total Rp. 1.800.000,-. Untuk tahap pertama akan diantar untuk 2 bulan.
  6. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kabupaten Penerima BLT Kabupaten ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten. Daftar nama calon penerimanya diusulkan oleh Pemerintah desa sesuai dengan jumlah kuota yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten. Data penerimanya diambil dari masyarakat desa yang tidak menerima PKH dan Sembako dan belum terdaftar dalam calon penerima Tambahan Sembako, BLT Kementerian Sosial dan BLT Provinsi. Besar bantuan ini juga Rp. 600.000,-/bulan selama 3 bulan (April-Juni) dengan total Rp. 1.800.000,-
  7. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Penerima BLT Dana Desa ditetapkan oleh Desa untuk masyarakat yang tidak menerima PKH & Sembako serta belum terdaftar sebagai calon penerima Tambahan Sembako, BLT Kementerian Sosial, BLT Provinsi dan BLT Kabupaten. Penerima BLT Dana Desa memiliki banyak persyaratan. BLT Dana Desa jumlahnya juga terbatas, yaitu msksimal 25% dari Dana Desa untuk Dana Desa kurang dari Rp. 800.000.000,- dan 30% untuk Dana Desa lebih dari Rp. 800.000.000,-. BLT Dana Desa juga tidak boleh diberikan untuk PNS, TNI, Polri, Pensiunan, pegawai kontrak atau yang punya gaji tetap serta semua yang menerima gaji/honor dari desa/nagari seperti Kepala Desa beserta semua perangkatnya, , Guru PAUD/TK, TPA/TPQ/MDA dan lain-lain. Besar bantuan ini juga Rp. 600.000,-/bulan selama 3 bulan (April-Juni) dengan total Rp. 1.800.000,-. Untuk penyalurannya tergantung desa/nagari masing-masing dan berdasrkan peraturan terbaru BLT dana Desa ditambah 3 bulan lagi dengan nilai 300.000/Bulan. Jadi, Penerima PKH, Sembako, Tambahan Sembako, BLT Kementerian Sosial dan BLT Provinsi data penerimanya TIDAK ADA KEWENANGAN DESA DAN MASYARAKAT, jadi jika nama-nama penerimanya telah keluar, maka desa tidak bisa merubahnya, mengurangi atau menambahkan penerimanya.Penerima BLT Kabupaten diusulkan oleh desa sesuai kuota/jatah yang diberikan kabupaten. Calon penerimanya ditetapkan melalui musyawarah desa, jadi di sini ADA PERAN DESA DAN MASYARAKAT. Penerima BLT Dana Desa ditetapkan melalui musyawarah Desa dengan jumlah sesuai kemampuan keuangan desa (Besaran Dana Desa yang mampu dianggarkan desa), jadi di sini juga ADA PERAN desa DAN MASYARAKAT.

Jadi, KENAPA SAYA TIDAK DAPAT BANTUAN?

Ada beberapa kemungkinan alasan keluarga yang tidak dapat bantuan:

  1. Data Keluarga tidak ada dalam DTKS, sehingga tidak terdaftar sebagai penerima PKH, Sembako, Tambahan Sembako, BLT Kementerian Sosial dan BLT Provinsi
  2. Data keluarga ada dalam DTKS, tetapi karena keterbatasan kuota penerima bantuan, maka keluarga tersebut tidak terpilih sebagai penerima bantuan yang disebut pada poin nomor 1. Misalnya di suatu desa ada 300 KK, sementara yang sudah terdaftar sesuai poin nomor 1 ada 100 KK, berarti masih ada 200 KK yang belum terdaftar.
  3.  Keluarga tidak terdaftar sebagai penerima bantuan seperti yang dijelaskan pada poin nomor 1 & 2 di atas, namun tidak bisa diusukan sebagai penerima bantuan dari BLT Kabupaten, karena untuk penerima BLT Kabupaten hanya bisa diusulkan sebanyak kuota yang ditetapkan oleh kabupaten. Misalnya jatah kuota yang ditetapkan oleh kabupaten adalah 50 KK, sementara yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan masih ada 200 KK, jadi ada sisa 150 KK yang tidak bisa diusulkan.
  4. Dari sisa 150 KK, tersebut ternyata sesuai aturan (25% dari DD), misalnya Dana Desa hanya mampu membiayai BLT untuk 80 KK, sehingga akan ada sisa 70 KK yang tidak bisa diberi bantuan BLT Dana Desa. 
  5. Semakin banyak penduduk suatu Desa, makan akan semakin kecil persentase KK yang terdaftar sebagai penerima bantuan, artinya akan semakin banyak jumlah KK yang tidak menerima bantuan. Hal ini tidak bisa disamakan dengan desa yang berpenduduk sedikit (dibawah 300 KK) yang bisa jadi hampir 100% KK mendapat bantuan.
  • Jadi, kami harap kepada masyarakat jangan semerta-merta menyalahkan Pemerintah Desa jika ada nama yang dianggap mampu (tidak layak) juga terdata, atau yang layak dibantu (miskin) tapi belum masuk data. Karena tidak semua kewenangan bantuan berada pada desa.
  • Setiap pemerintah Desa pasti memahami masyarakatnya, namun dengan JUMLAH BANTUAN YANG TERBATAS dan ADANYA ATURAN YANG MENGIKAT tentu tidak semuanya dapat diberi bantuan.
  • Pemerintah Desa hingga saat ini masih bekerja keras untuk mencocokkan dan menyeleksi data yang ada, jangan sampai tumpang tindih dan bagaimana yang betul-betul layak dibantu tapi namanya tidak keluar, bisa dimasukkan dalam penerima BLT Dana Desa namun tidak melanggar aturan yang ditetapkan pemerintah.
  • jadi, kalau ada Desa yang belum menyampaikan informasi, jangan salah paham. Masing-masing Desa punya kendala yang berbeda, terutama untuk Desa yang luas dan penduduknya lebih banyak, tentu lebih sulit. Jadi, mari kira sama-sama berperasangka baik.

Silahkan Bapak/Ibu mengecek ke Kantor Desa masing-masing apakah Bapak/Ibu termasuk penerima bantuan dan pada kategori apa.

mungkin itu sedikit penjelasan jika kurang jelas Bisa Comen di kolom bawah ini terimakasih wasalamualaikum Wr.Wb.





Share:

Kuliner Ikan Depik Khas Takengon

      Setiap daerah di nusantara memiliki bahan baku kuliner yang unik dan berbeda-beda. Bagi warga di Dataran Tinggi Gayo Aceh Tengah, ikan Depik (rasbora tawarensis) merupakan bahan baku kuliner yang paling diandalkan. Depik adalah sejenis ikan air tawar yang merupakan ikan endemik (asli) di Danau Laut Tawar, Takengon Aceh Tengah.
Ikan depik sangat khas, konon tidak terdapat diperairan air tawar lainnya. Tubuhnya berwarna perak (silver), lebarnya hanya 2 cm dan panjangnya mencapai 8 cm. Ikan kecil ini bagai legenda yang dipercaya sudah hidup ratusan tahun yang lalu di Danau Laut Tawar yang luasnya 5.472 Ha itu.
Ikan Depik khas Takengon, Aceh Tengah / Wisata Aceh
Ikan Depik khas Takengon, Aceh Tengah / Wisata Aceh
Pola berkembang biak ikan paling digemari masyarakat Tanoh Gayo ini cukup unik. Ikan-ikan yang sudah siap memijah telurnya bermigrasi dari Selatan ke daerah Utara danau saat musim gerimis. Ikan ini mencari sumber mata air jernih yang dingin. Di sumber mata air itu, kawanan ikan depik tersebut memijah milyaran telurnya, melekat dibebatuan sekitar sumber mata air jernih itu. Setelah memijah, kawanan ikan Depik tersebut kembali lagi ke habitas aslinya di bawah karang yang terletak di Selatan danau.
Berdasarkan pola migrasi ikan depik, kemudian masyarakat membuat didisen untuk menangkap ikan khas Danau Laut Tawar ini. Didisen adalah batu yang disusun berbentuk kolam di dekat sumber mata air yang jernih tadi. Di pintu masuk didisen itu dipasang bubu, sehingga ketika ikan depik yang masuk tidak bisa keluar lagi. Ikan yang terkurung inilah dipanen oleh masyarakat sampai puluhan kilogram jumlahnya. Pola menagkap ikan Depik dengan cara didisen dianggap kurang efektif, sehingga jarang digunakan masyarakat.
Ini Panjang Ikan Depik / Wisata Aceh
Ini Panjang Ikan Depik / Wisata Aceh
Selain menangkap ikan Depik melalui didisen, warga juga menggunakan tangkol (dalam bahasa Gayo disebut cangkul). C.Snouck Hurgronje dalam buku Het Gajoland en Zijne Bewoners (1903) yang diterjemahkan Hatta Hasan (1996) menggambarkan pola penangkapan ikan Depik di awal tahun 1900. “Alat yang digunakan untuk menangkap ikan depik bernama cangkul, sejenis jaring dengan bagian pinggirnya selebar 5 mata disebut kejer yang terbuat dari benang keri. Keempat sudutnya masing-masing diikatkan pada 4 batang tongkat yang terbuat dari belahan bambu yang dilengkungkan. Keempat ujungnya bertemu dan menyatu pada satu persilangan yang disebut paruk. Dengan menggunakan sepotong bambu bulat sepanjang 2,5 meter yang disebut ger (gagang), cangkul ini siap diturunkan persis tergantung di atas batu untuk menunggu kawanan depik lewat. Begitu ikan masuk, cangkul inipun diangkat,”
Share:

PEMILU DI BELAKANG ANDA

PEMILU DI BELAKANG ANDA
Pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan presiden (pilpres) adalah perwujudan demokrasi dimana seluruh rakyat yang sudah berhak sesuai ketentuan akan memilih para calon legislatif untuk mewakilinya di DPR, DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Melalui pilpres, rakyat akan memilih kandidat terbaik sebagai presiden Republik Indonesia.
Namun pelaksanaan pesta demokrasi itu kerap dinodai kecurangan – kecurangan hingga rekayasa canggih segala cara oleh pihak tertentu untuk dapat menangkan pemilu atau pilpres dan meraih kekuasaan di Indonesia. Masih ingat apa yang dikatakan Pak Mahfud MD “(Kecurangan) itu memang masif. Tapi, kalau terstruktur dan sistematis belum, masih perlu dibuktikan,” kata Pak Mahfud MD di Gedung MK 5 Agustus 2009.

Kala itu Pak Mahfud yang masih menjabat Ketua MK. Ditanya soal kasus beredarnya ribuan formulir C1 palsu buatan Tim SBY-Boediono di Kota Tangerang, Banten. Formulir itu beredar di ribuan TPS di Kota Tangerang yang memiliki 2700 TPS. Dan, pada formulir yang ditemukan itu terdapat tanda tangan Ketua KPPS beserta cap stempel basah.
Bukan hanya itu kecurangan-kecurangan yang terjadi pada pemilu 2009 antara lain
Mark up atau penggelembungan jumlah pemilih yang tercantum dalam DPT (daftar pemilih tetap).
Pertama : beredarnya informasi penerbitan 18 juta KTP palsu yg sempat mencuat namun tdk dapat dibuktikan. Media massa diduga berperan besar menutupi isu tersebut dengan imbalan uang suap atau kompensasi iklan menggiurkan.

Pembuktian adanya 18 juta KTP palsu memang sangat sulit karena akses terhadap perusahaan pencetak blanko KTP tidak bisa ditembus oleh masyarakat awam karena bersifat rahasia negara dan hanya pejabat tertentu yang dapat mengaksesnya.

Kedua : jumlah 173 juta pemilih 2009 tidak mencerminkan jumlah sebenarnya. Perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah WNI berhak memilih hanya sekitar 159 juta pemilih. Prediksi BPS ini Terbukti ketika pastisipasi rakyat pada pemilu tercatat sangat rendah yakni 71%. Bandingkan dengan pemilu atau pilpres 2004 yang mencapai 90%

Ketiga : penerbitan dan pencatatan KTP fiktif juga dibuktikan dengan rendahnya partisipasi rate di semua pilkada yang rata – rata hanya 55-70% saja. Dengan asumsi pemilih absen atau golput maksimum 10 – 15%, masih terdapat 25 – 30 % rakyat yang indentitasnya tercatat sebagai pemilih namun secara faktual orangnya tidak ada.

Jika dicermati baik – baik dan dianalisa, maka tingkat partisipasi pemilih di pilkada adalah refleksi dari jumlah pemilih riel atau jumlah yang sebenarnya, setelah diperhitungkan jumlah warga yang abstain atau golput.
Share:

Gayo, Surga Wisata dan Posisi Strategis Kopi

Kopi, adalah darah dan napas ekonomi rakyat gayo yang posisi tawarnya masih rendah , Hal ini disebabkan masih belum pahamnya para pemangku kepentingan Aceh terhadap nilai kopi arabika gayo. Padahal kopi adalah komoditas nomor dua yang diperdagangkan di dunia setelah minyak
(Foto:Suaragayo.winbathin)
Gayo, empat hurup yang bermakna. Khususnya di kawasan Aceh yang disebutkan sebagai Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Gayo berarti sebuah wilayah dan suku yang hidup di tengah Dataran Tinggi Aceh.
Wilayah Gayo dengan suku gayonya memang unik dan dipenuhi mistis. Kota ini berkabut di pagi hari dengan suhu udara yang dingin. Pinggiran Kampung dan bahkan Ibukota Kabupaten, Takengen, dipagari bukit dan gunung yang dipenuhi kayu.
Kayu-kayu yang tumbuh umumnya ditumbuhi kayu tropis dengan kayu terkenalnya Pongkeh dan Grupel serta pinus mercusi yang berada di jajaran Bukit Barisan dan Kawasan Ekosistim Leuser.
Di Ujung Barat Kota dingin gayo, terbentang sebuah danau yang disebut Danau Luttawar dengan ikan endemiknya, rasbora tawarensis alias depik. Ikan yang mahal dan pavorit sepanjang sejarah gayo. Danau ini bak Tower air raksasa di ketinggian 1200 diatas permukaan laut (Dpl).
Disisi danau yang bergua dangkal (Rock Shelter), ditemukan kerangka manusia prasejarah yang berumur 7525 ribu tahun silam yang secara ilmiah diakui sebagai penghuni awal penduduk gayo dan tanah Batak di Sumatera Utara oleh Balai Arkeologi Medan (Balar).
Bukan itu saja . Kawasan pegunungan gayo, banyak menyimpan bahan tambang dari emas hingga bahan baku untuk senjata pemusnah massal. Gayo juga diapit banyak gunung berapi aktip.
Gunung berapi itu seperti Burni Telong di Bener Meriah, dan sebuah gunung api di seputaran Burni Bius. Burs susu atau juga disebut Gur (Gunung) Salah Nama. Lengkaplah sudah.
Karena semua potensi itu, tanah –tanah (Tanoh Gayo -Red) menjadi subur dengan suhu khatulistiwa yang ideal. Belanda yang memulai ekspedisi pertamanya ke gayo di tahun 1904, mulai menanami gayo dengan kopi,teh dan sayuran kentang serta mengolah getah pinus.
Sejak saat itu, tiga komoditi ini, dieksport Belanda lewat Serikat dagangnya VOC ke Erofa. Gayo, juga dijadikan Belanda serta keluarga mereka menjadi tempat peristirahatan petinggi Belanda dan keluarganya, sekaligus menyimpan harta kekayaan mereka di Tanoh Gayo.
Menurut John R.Bowen, antropolog asal Amerika yang pernah melakukan penelitian di gayo, dan menyebut pemanggilan dirinya bak orang gayo dengan sapaan Aman Genali, menyebutkan bahwa merujuk pada literatur peninggalan Belanda, kopi ditanam di gayo di tahun 1908, di bagian Utara Danau.
Kopi tumbuh di gayo bak permadani hijau yang berbaris rapi dengan naungan pohon petai yang menutup permukaan bukit dan gunung serta dataran. Membentuk sebuah ekosistim kopi yang unik, indah dan merupakan upaya nyata pelestarian bumi versi petani kopi gayo.
Ekosistim kopi, hutan lindung dan Ekosistim Leuser, menjadi satu kesatuan dengan kearifan lokal gayo yang telah tumbuh menjadi sebuah kekuatan ekonomi utama rakyat gayo.
Dan selain menjadi komunitas ekosistim lokal yang berkelanjutan sejak Muyang Datu masyarakat gayo, semua ini menjadi lukisan alam (lenskep) yang indah bagi kanvas foto dan kenangan manis mereka yang pernah berkunjung ke gayo.
Perkebunan kopi yang memenuhi bukit dan gunung di gayo dengan rumah penduduk yang selalu menyediakan kayu bakar demi membunuh dingin dikala pagi dan malam, menjadikan daerah ini menarik dikunjungi.
Menarik karena kesegaran udara dan indahnya pemandangan. Serta keramahan penduduk gayo yang biasanya sangat menghormati tamu yang datang. Danau, di pagi hari tampak mengeluarkan asap yang indah dengan nelayan yang pulang melaut dengan hasil danau, seperti ikan bawal, mujahir serta depik.
Belum lagi setelah subuh, diantara temaram cahaya pagi, ibu-ibu istri nelayan memungut ikan depik di sepanjang kawasan bibir danau, seperti di Kuala Toweren. Hampir semua sudut kawasan gayo menjadi lenskep yang berview banyak sehingga tak mampu direkam memori kamera.
Gayo juga menjadi surga para pecinta olah raga bersepeda gunung. Ratusan pesepeda asal Aceh dan juga asing mengakui sangat menikmati suasana dan alam gayo. Karena selain bersepeda ditengah udara segar dengan bonus pemandangan dan keramahan lokal, para turis bisa menikmati kopi gayo.
Kopi Arabika gayo dikenal dengan rasa dan aroma yang khas. Tumbuh di ketingggian 1200 dpl keatas. Sementara kopi robusta tumbuh dibawah ketinggian tersebut. Kopi arabika gayo diolah dengan cara basah dan kering dan perlakuan diantara keduanya yang hanya ada di gayo.
Skor kopi gayo masuk kategori spesialti, diatas angka 82. Kebanyakan dieksport ke Amerika, Erofa dan Asia. Pasar potensial terkini adalah Korea. Hasil pertahun dari kopi rakyat gayo ini, berkisar Rp.2.2 trilyun setiap tahunnya.
Angka ini masih akan terus naik karena hasil perhektar /tahunnya untuk kopi beras (greenbeans) masih rendah, yakni, 700 kilogram lebih. Pun begitu, sudah banyak petani yang menghasilkan lebih dari 1.5 ton.
Kopi gayo disukai karena diolah secara tradisional sejak tanam, tanpa menggunakan bahan kimia. Hal ini dilakukan karena suburnya Tanoh Gayo. Umumnya kebun kopi bertetangga dengan kawasan hutan lindung dan ekosistim Leuser.
Tentu saja tidak bisa dipungkiri ada petani yang sudah memakai bahan kimia dalam berkebun kopi arabika gayo. Tapi persentasenya masih sedikit dan rendah serta dibawah ambang toleransi.
Kopi gayo hampir memiliki semua sertifikat yang dikeluarkan berbagai organinisasi sertifikasi dunia. Umpamanya, Organik, Fair Trade, dan lain-lain. Setiap tahun belasan milyar fee sertifikasi ini dibagikan kepada petani yang umumnya tergabung dalam berbagai koperasi.
Puas menikmati pemandangan dan kuliner gayo dengan pelengkap kopi arabika gayo, wisatawan bisa menikmati pemandian air panas di beberapa tempat di gayo. Bahkan ada turis asing yang merekomendasikan tempat di gayo untuk dimasukkan di buku petunjuk wisata dunia, Lonely Planet.
Kini, gayo mulai dikembangkan agro wisata kopi. Dimana, para wisatawan lokal dan mancanegara meminta tinggal di rumah-rumah petani kopi atau nelayan. Hal ini dilakukan oleh warga secara perorangan yang selama ini banyak bersinggungan dengan wisatawan.
Banyak warga gayo asli yang kini bisa membaca pasar dan peluang bisnis. Pengusaha lokal gayo mulai memasuki usaha kafe dengan sajian utama kopi arabika gayo. Bahkan mereka juga sudah membangun industri rumah tangga untuk kopi olahan.
Selama ini, kopi arabika dijual dalam bentuk bahan mentah atau green bean. Amerikalah yang paling banyak membeli kopi gayo. Kemudian memasaknya (Roasting) untuk dijual ke antero dunia dalam bentuk olahan. Roasted bean atau ground.
Nilai kopi gayo setiap tahunnya yang mencapai Rp.2.2 trilyun, keuntungan terbesar dari kopi ini diambil oleh pihak asing atau eksportir yang pandai mengolah bahan mentah kopi menjadi bahan jadi.
Pemerintah daerah gayo, meliputi Aceh Tengah dan Bener Meriah serta Gayo Lues masih gagap melihat peluang ini sehingga dimanfaatkan pengusaha besar dan asing. Idealnya, Pemda membantu pengusaha kopi gayo pada pembelian alat gongseng kopi yang harganya sangat mahal karena buatan luar negeri.
Dengan cara ini , pemerintah tidak harus memberikan bantuan mesin roast, tapi memberi pinjaman kredit lunak. Sehingga para pengusaha kopi olahan yang kebanyakan adalah generasi muda gayo, berkembang sedikit lebih cepat.
Sayangnya, setelah seratusan tahun lebih kopi gayo tumbuh di Dataran Tinggi ditengah Aceh ini paska Belanda, hal itu belum dilakukan Pemda. Pemda tampak tidak punya visi dan dan misi yang jelas soal kopi gayo. Kecuali Retribusi kopi.
Setali tiga uang, DPRK setempat sama saja. 30 orang anggota DPRK setempat yang kini menjelang habis masa jabatannya, lebih menyukai menggunakan dana aspirasinya untuk membuka jalan ke Bukit dan gunung yang kemudian tidak dipakai karena terlalu terjal.
DPRK diduga mengambil fee dari proyek bukaan jalan ini karena untungnya banyak. Akhirnya, petani dan pengusaha berkembang secara alami tanpa sentuhan dan bantuan pemerintah. Aneh memang, tapi fakta ini terus terjadi. Mungkin sampai besok.
Padahal, dua periode masa kepemimpinan bupati terpilih sekarang, berlatar pendidikan sarjana pertanian. Namun sektor pertanian kopi, justru paling terlantar dibandingkan alokasi dana untuk dinas PU, Pendidikan dan yang lainnya. Apa boleh buat.
Belanda, soal kopi dan hortikultura, jauh lebih baik dan maju di masa penjajahan dahulu. Di gayo, para pemimpinnya masih belajar berpolitik dan lalai dengan euphoria politik praktis dibanding menguatkan sektor perkebunan dan horti yang telah secara nyata dan signifikan memberi pemasukan paling besar. Bagi rakyat dan PAD. Bahkan kini, politik kerabat dan famili serta unsur KKN lainnya, sedang berkembang. Berbeda dengan Banten yang , dimana politik dinasti telah runtuh.
Kopi yang nikmat dengan bonus pemandangan serta prasejarah yang terungkap , berkembang di gayo secara alami pula. Itulah sebabnya, setiap wisatawan dan pecandu kopi beranjak pergi, mereka selalu meninggalkan kesan mendalam dalam bentuk tulisan. Semuanya serba alami.
Akibat serba alami ini, banyak pihak yang justru memanfaatkan rendahnya proteksi pemerintah pada banyak hal. Umpamanya, kopi gayo sempat didaftarkan pengusaha Belanda di perdagangan Erofa.
Akibatnya, kopi gayo yang dipegang mereknya oleh Holland Coffee itu tidak bisa masuk pasar Erofa kecuali lewat si pengusaha tadi. Syukurlah, kemudian pemerintah memberi perlindungan hukum lewat Indikasi Geografis, khusus Kopi Gayo.
Keterkenalan kopi gayo setelah Blue Mountain Coffee dari Afrika, kerap dimanfaatkan pengusaha di Sumatera Utara, atau bahkan pengusaha gayo sendiri melakukan pencampuran kopi gayo dengan kopi lain demi memenuhi kontrak penjualan.
Kopi gayo yang sedikit lebih mahal karena jaminan sertifikasi tadi, diblending dengan kopi murah. Hal ini telah berakibat negatif pada kesan kopi gayo untuk beberapa buyer di luar negeri.
Dampaknya, para buyer kini lebih suka datang langsung ke Tanoh Gayo membeli kopi, daripada menunggu di Sumatera Utara karena lebih beresiko pada kualitas kopi. Sejak dua tahun terakhir, kopi gayo berada pada level harga terendah selama beberapa tahun terakhir.
Selain faktor harga yang turun hampir dua tahun belakangan, kuantitas kopi gayo juga mengalami penurunan drastis. Salah satu dugaan penyebabnya adalah perubahan iklim, rendahnya tingkat pengetahun petani dalam budidaya dan penanganan paska panen. Hingga sektor hilir kopi arabika gayo dikuasai pedagang besar atau asing.
Hampir semua sektor di gayo merasakan langsung akibat rendahnya harga kopi dan rendahnya produksi. Daya beli menjadi rendah serta banyak anak – anak petani di gayo yang tidak melanjutkan pendidikan.
Indikasinya , tahun ini Universitas Gajah Putih di Takengon menyatakan bahwa jumlah mahasiswa mereka durun drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penurunan tersebut hampir 50 persen.
Artinya, banyak anak petani kopi gayo yang tidak melanjutkan pendidikan mereka ke Perguruan Tinggi lokal akibat tidak ada biaya. Parahnya lagi, Pemda setempat tidak berbuat banyak dan menyatakan bahwa harga kopi gayo ditentukan pasar dunia.
Pemda seolah pasrah dan melepas tanggungjawabnya dengan demikian mudah tanpa beban sedikitpun, apalagi empaty. Bukan berarti Pemda harus membeli kopi rakyat gayo yang nilainya mencapai angka trilyunan.
Menghadapi situasi ini, Pemda tentu saja harus bijak dan arif. Penguatan sektor hilir kopi gayo adalah satu solusinya. Artinya, Pemda mulai serius sedikit saja mulai mengolah kopi.
Tidak lagi menjual kopi mentah. Minimal setengah jadi (Roasted Bean) atau malah kopi bubuk. Pemda harus merubah pola. Mulai menjadikan kopi sebagai industri. Tidak puas dengan menjual kopimentah.
Bila perlu, Pemda dengan dengan puluhan pegawainya yang bergelar sarjana strata dua , mulai berpikir atau bahkan berevolusi menjadikan kopi sebagai target utama industri dengan sokongan dana APBK, APBA atau bahkan APBN. Maksudnya, mentalitas petani dirubah menjadi pedagang.
Kopi dengan berbagai variannya diolah di Tanoh Gayo. Misalnya, lipstick kopi, bedak atau lulur kopi gayo,shampo kopi, pasta gigi kopi, hingga mandi sauna kopi, aroma therapy dan sejumlah produk turunan lainnya dari kopi.
Masalahnya adalah, maukah pemda dan DPRK setempat berevolusi kopi?. Melihat kondisi sekarang, kayaknya masih mimpi sehingga hal ini akan diambil alih pihak lain.
Solusi lainnya adalah, Pemda mulai turun kebawah mensosialisasikan kepada petani bahwa ketergantungan pada sektor kopi sebagai penyangga utama ekonomi rakyat gayo, telah membuat petani terpuruk.
Kedepan, petani gayo tidak boleh lagi mono kultur. Tapi harus menanam banyak jenis tanaman selain kopi dalam luas lahan yang sama sebagai penyangga. Umpamanya tanaman Alpukat Gayo yang juga sudah dilepas menteri pertanian sebagai buah unggul nasional. Keprok gayo yang juga sudah jadi buah unggul nasional serta komoditi lainnya.
Menanam sayuran, bunga dan buah-buahan. Pemda harus mulai membangun banyak BUMD yang menangani berbagai tanaman unggul ini. Pemda harus mulai berdagang melalui badan resmi seperti BUMD tadi.
Misalnya BUMD Kopi, BUMD Alpukat, BUMD kentang, BUMD teh dan lain-lain. Gayo sangat kaya SDA. Tinggal mengolah SDM. Ide yang visioner kedepan lainnya adalah mendorong dan meyakinkan pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam untuk mempercepat atau mulai melirik dibukanya pelabuhan Krueng Geukuh sebagai pelabuhan eksport.
Ide pembukaan pelabuhan Krueng Geukueh ini sebenarnya sudah dimulai di era gubernur Aceh sebelumnya, Irwandi Yusuf. Sayang gubernur Irwandi tidak mampu menyelesaikan ide cemerlang ini.
Sementara di pemerintahan Aceh saat ini, Gubernur terpilih sekarang sudah juga menggulirkan ide tersebut. Namun realisasinya belum teruji. Jika pelabuhan Krueng Geukueh terwujud lebih cepat, Aceh akan mendapatkan PAD luar biasa dari sektor pertanian dan perkebunan.
Bukan itu saja, Aceh akan mengulang era keemasannya seperti di Kejayaan Sultan Iskandar Muda tempoe doeloe. Alasannya, rentang kendali eksport kopi gayo ke pasar Amerika dan Erofa serta Asia akan dilakukan di Aceh.
Selama ini, berapa ratus milyar atau trilyun Sumatera Utara menghasilkan uang dari Aceh dengan menjadi arus lalu lintas barang Aceh. Semua uang Aceh dari sektor ini mengalir deras ke Medan. Medan bagi Aceh bak Singapore yang jadi daerah transit menjual jasa.
Dengan terbukanya pelabuhan Krueng Geukueh atau bisa jadi Ulhee Lheu , Krueng Raya, serta berbagai pelabuhan laut lainnya yang potensial seperti di Aceh Timur yang selama konplik diduga menjadi pelabuhan gelap senjata, berubah menjadi pelabuhan ekonomi Aceh.
Di Dataran Tinggi Gayo dengan tiga kabupaten potensialnya ditambah Aceh Tenggara, bisa dibuat Pelabuhan Kering (Dry Port), seperti di Gede Bage Bandung. Semua administrasi serta paking berbagai produksi perkebunan dan hortikultura, termasuk terpentin dari getah pinus mercusi, dilakukan di gayo.
Kemudian dibawa ke Lhokseumawe, selanjutnya dieksport. Eksportir mancanegara dan bahkan regional Sumatera akan membuka gudang dan kantornya di Aceh. Jadi, jika semua ini terwujud, Aceh umumnya serta Lhokseumawe khususnya yang sudah kehabisan minyak dan gas , akan kembali ramai.
Petro Dolar Lhokseumawe tak akan redup lagi digantikan komoditi perkebunan Aceh yang kaya, ditambah sayuran, bunga , teh dan kopi serta buah-buahan dari gayo yang memenuhi pasar Asia Tenggara dan dunia.
Sering terbaca di media dan televisi bagaimana Aceh harus mengembalikan uang ke Jakarta karena tidak mampu menggunakan uang dari pembagian minyak dan gas akibat tak mampu diserap APBA. Dan nilainya mencapai trilyunan.
Pemerintah Aceh saat ini, harus melihat gayo dengan sektor perkebunannya terutama kopi arabika gayo sebagai komoditi unggulan. Karena komoditi kopi ini bukan saja unggul secara nasional, tapi juga dunia. Bisa dibayangkan, kopi adalah komoditas nomor dua yangdiperdagangkan setelah minyak. Apakah data ini belum cukup seksi?.
Gayo adalah pusat produksi kopi terluas diAsia. Perlu diketahui, kawasan penanaman kopi di dunia sangat terbatas sementara tren minum kopi semakin meningkat mengikuti gaya hidup modern.
Konon lagi, kopi arabika ditanam dan diolah secara organik. Berbeda dengan negara kopi di dunia yang mengelola kopi mereka menjadi industri dengan menggunakan kimia dan dipanen dengan mesin. Sehingga di dunia, mungkin gayo adalah pusat kopi organik dan spesialty terbesar yang lebih disukai konsumen dunia karena berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Tapi sayang, data ilmiah ini belum bisa dijadikan pemangku kepentingan, kabupaten ini sebagai sebuah kekuatan ekonomi maha dahsyat. Karena masih bergelut pada euphoria politik praktis dan usaha-usaha mensejahterakan kroni dan keluarga serta para konco yang terlibat dalam pemenangan untuk disejahterakan melalui proyek dari kue kekuasaan lewat apbk.
Pemerintahan Aceh kedepan juga harus mulai menurunkan dana APBA membantu para pengusaha kopi gayo olahan yang selama bekerja dengan kemampuan sendiri tanpa bantuan pemda.
Dengan cara ini, kopi gayo tidak lagi dijual mentah atau green beans. Tapi sudah dalam bentuk olahan sehingga nilai uang dari kopi yang tinggal di Aceh akan sangat besar karena selama ini margin harga tersebut diambil asing.
Gayo dengan SDA ibarat menu . Menunya sudah oke, tinggal kokinya. Para koki diharapkan tidak sibuk mengekploitasi SDA ,tapi mengekplore SDM . Semoga tidak terlalu lama berpihak pada kelompok , seperti selama ini terjadi. Tapi lebih berpihak rakyat yang selama ini sudah jadi bulan-bulanan politik berdarah di Aceh .
Bahkan untuk cita-cita mensejahterakan rakyat Aceh oleh politikus Aceh pernah dilakukan dengan usaha –usaha memerdekakan diri meski gagal. Setelah para mantan kombatan ini memegang puncak pimpinan menjadi “presiden” di Provinsi paling bergolak di Ujung Sumatera, tapi kesejahteraan rakyat Aceh masik di tingkat propaganda dan orasi.
Inilah saatnya kembali memerdekan rakyat Aceh dari kemiskinan, dengan segala daya upaya, bila perlu berkeringat darah seperti keinginan memerdekan Aceh dahulu. Atau kita semua sama saja setelah mendapat kursi , kemudian terkooptasi dalam sebuah sistim seperti para pemimpin wilayah lainnya di Indonesia.
Sehingga Aceh menjadi tidak lagi istimewa karena pemimpinnya sama saja dengan pemimpin kabupaten atau provinsi lain . Padahal Aceh sudah diberi otonomi khusus . Ada yang salah dari cara kita berpikir dan bertindak selama ini. Harus revolusi ekonomi, jika ingin lebih cepat sejahtera.
Revolusi berpikir dan bertindak. ( AmanShafa)
Share:

Menperin resah ekspor mebel nasional di bawah Malaysia dan Vietnam

 
Jakarta  - Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengaku resah melihat realitas ekspor furnitur atau mebel Indonesia yang saat ini di bawah Malaysia dan Vietnam.

"Saya resah melihat perbandingan ekspor yang kalah dengan Vietnam dan Malaysia. Mari mulai memperkuat industri furnitur indonesia," kata MS Hidayat saat membuka pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2014 di Kemayoran, Jakarta, Selasa.

MS Hidayat meminta para pelaku usaha untuk meningkatkan produksi dan kreatifitasnya di produk mebel agar kian bersaing di kancah internasional.

MS Hidayat menargetkan ekspor mebel Indonesia bisa mencapai lima miliar dolar AS per tahun, pada lima tahun ke depan. Sepanjang 2013, ekspor nasional hanya 1,7 miliar dolar AS.

"Targetnya produksi kita harus meningkat, dan dalam lima tahun ekspor mebel harus mencapai 5 miliar dolar AS. Meskipun pemerintahan sudah berganti, produksi mebel harus tetap meningkat," ujar dia.

Hidayat mengatakan, pameran IFEX 2014, dapat menjadi motivasi bagi industri mebel untuk terus mengembangkan teknologi dan inovasi, sekaligus mempersiapkan Indonesia untuk bersaing di pasar bebas ASEAN 2015.

"ASEAN Economic Community tahun depan bisa menambah market kita di regional ASEAN. Kita masih punya waktu," ujar dia. (*)
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2014
ANTARA News)
Share:

Gayo Masa Depan

Awal Tahun Baru 2014, Anak-Anak Gayo Unjuk Kreatifitas

DSC_0505Hari pertama di tahun 2014 diisi oleh anak-anak Gayo yang berasal dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Az-Zahra unjuk kemampuan dalam pementasan seni dan kreatifitas, rabu (1/1/2014) berlangsung di Gedung Olah Seni Takengon
Pengelola PAUD Az-Zahra , Ida Nusreini mengatakan penampilan anak didiknya kali ini sebenarnya tidak dikhususkan untuk menyambut tahun baru, namun bertepatan dengan berakhirnya semester ganjil tahun ajaran 2013/2014
“Anak-anak akan bagi raport pada tanggal 3 Januari, selanjutnya kegiatan sekolah diliburkan hingga masuk kembali pada tanggal 15 Januari mendatang”, katanya
Menanggapi kegiatan pementasan Seni dan Kreatifitas anak yang digelar pihaknya, Ida mengatakan hal tersebut merupakan kegiatan rutin sebagai upaya untuk merangsang bakat dan talenta anak
“Tanpa disadari anak-anak kita memendam bakat yang tersembunyi dan melalui aktifitas pentas seni bakat dan keterampilan yang dimiliki sang anak diharapkan muncul dan terasah”, katanya
Berbagai seni diperagakan oleh anak-anak yang rata-rata berusia 3 hingga 5 tahun itu, ada yang bernyanyi, baca puisi, baca surat-surat pendek, menari hingga peragaan busana muslim.(MK)

http://humas.acehtengahkab.go.id/main/category/seputar-gayo-3/
Share:

35 TPL Diperpanjang Disperindag Aceh

35 TPL Diperpanjang Disperindag Aceh

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, menandatangani kontrak perpanjangan tenaga penyuluh lapangan (TPL) angkatan 2009, dan sekaligus menyepakati kontrak baru TPL angkatan 2010.
Penandatanganan kontrak ini, dilangsungkan di salah satu hotel di Banda Aceh. Disperindag Aceh diwakili oleh kadisnya Safwan, dan TPL diwakili secara simbolis.
Turut hadir dalam penandatangan kontrak tersebut mewakili Bapak Supena mewakili Kementrian Perindustrian Direktorat Jendral Industri Kecil dan Menengah, serta seluruh Kadis Perindagkop kabupaten dan kota di Aceh.
Jumlah TPL yang diperpanjang kontrak kemarin sebanyak 35 orang, dari angkatan 2009 dan 2010.
Kadis Perindag Aceh Safwan, dalam amanatnya kepada para TPL menegaskan, peran dan tugas TPL sangat penting dalam mendorong pengembangan sektor IKM di Aceh.
Ia menambahkan, hal yang harus dipahami oleh seorang TPL, mereka harus mampu berperan sebagai motivator, inovator dan sekaligus sebagai fasilitator.
“Tiga peran ini harus dijadikan landasan kerja para TPL yang bekerja di Aceh,” katanya.
Dilanjutkannya, seorang TPL harus mampu mengidentifikasi persoalan dan masalah yang muncul dalam pengembangan IKM di Aceh.
“Seorang TPL juga harus mampu menjawab kebutuhan para pelaku IKM dalam pengembangan usaha mereka,” tukasnya.
Safwan juga mengharapkan, peran Kadisperindagkop kabupaten dan kota di Aceh untuk dapat memberikan bimbingan kepada para TPL.
“Kami juga mengharapkan, setiap TPL dapat memberikan laporan kepada pihak kami, hal ini dimaksudkan agar terbangun komunikasi yang baik antara TPL dan Disperindag,” paparnya
Ia menegaskan, seorang TPL memiliki tugas yang dalam pengembangan sektor IKM. “Dengan tugas mulia dan niat suci tersebut, mari kuta sama-sama bekerja untuk kemajuan Aceh,” tandasnya. @Sukma/theglobejournal.com
Share:

facebook diramalkan Kiamat"tiga tahun lagi" Apa sebapnya?



Facebook. Situs jejaring sosial terpopuler di dunia itu diramalkan akan bernasib sama dengan Friendster dan MySpace. Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan Princeton University di Amerika Serikat menyimpulkan bahwa dalam waktu tiga tahun ke depan, media sosial paling fenomenal di dunia itu akan ditinggalkan sebagian besar pengguna.
Selama hampir 10 tahun, sejak 4 Februari 2004, Facebook merintis sebagai media sosial pertama yang bisa menjangkau satu miliar pengguna aktif di dunia. FB, begitu sebutannya, menyebar ke seluruh dunia bak virus penyakit.
Namun, Facebook telah turun dari masa emasnya. Puncaknya di tahun 2012. Menurut data Google Trends, pada tahun itu jumlah penggunanya mencapai lebih dari 1,2 miliar. Tapi semenjak itu, Facebook secara perlahan-lahan seperti kehilangan arah. Dianggap kurang menarik, FB ditinggal pengguna muda dan remaja yang beralih ke Tumblr, Snapchat, dan jejaring sosial baru yang lain.
Tak pelak, di tahun 2017 nanti, Facebook diramalkan akan "kiamat," ditinggal sekitar 80 persen pengguna, atau kurang lebih 800 juta pengguna aktif di dunia. Lebih dari tiga kali lipat populasi penduduk Indonesia hari ini.
"Seperti virus, Facebook menyebar ke tubuh manusia sebelum akhirnya sekarat dan kemudian mati," kata John Cannarella dan Joshua Spechler dalam keterangannya di makalah berjudul 'Epidemiological modelling of online social network dynamics' (Pemodelan Epidemiologi Dinamika Jejaring Sosial Online).
Memang jika dibandingkan Friendster, MySpace, atau Bebo, nafas Facebook jauh lebih panjang. Sejak mengglobal di tahun 2005, FB semakin digdaya, menggeser sederet nama jejaring sosial raksasa, melejit menjadi nomor satu di dunia pada tahun 2008.
Para peneliti itu memprediksi, keruntuhan singgasana Facebook akan mirip dengan Myspace. Situs yang dibangun pada tahun 2003 lalu itu mencapai puncaknya pada tahun 2007 dengan total pengguna sebanyak 300 juta pengguna. Namun, di tahun 2011, pengguna ramai-ramai meninggalkan MySpace.
"Begitu pun Facebook. Tiga tahun setelah mencapai puncaknya, Facebook diprediksi akan ditinggal oleh jutaan penggunanya," ujar Cannarella.
Migrasi muda-mudi
"Facebook? Situs usang. Cuma untuk orang tua," kicau salah seorang remaja putri di akun Twitter-nya. Ini bukan omong kosong. Di AS, Facebook memang sudah dianggap situs jejaring sosial untuk orang tua yang ingin reuni dan tetap terhubung dengan teman-teman dari masa lalunya.
Setidaknya, ada lebih dari 11 juta pengguna remaja dan mahasiswa telah meninggalkan Facebook sejak tahun 2011, diklaim seorang analis baru-baru ini. Hal itu ditunjukkan oleh perusahaan konsultasi digital, iStrategy Labs, yang mengaku mendapatkan data-data platform Social Advertising milik Facebook.
Para ahli yakin, remaja dan muda-mudi meninggalkan Facebook untuk berpaling ke jejaring sosial lain, seperti Tumblr, Instagram, WhatsApp, Snapchat, dan lain-lain.
Menurut iStrategy, Facebook kehilangan sekitar 4,2 juta pengguna berusia SMA dan 6,9 juta pengguna mahasiswa sejak tahun 2011.
Akibatnya, tahun lalu, saham Facebook sempat anjlok setelah direktur finansial Facebook David Ebersman mengaku telah kehilangan minat dari para pengguna usia remaja. "Kami memang melihat adanya tren penurunan jumlah pengguna sehari-hari, khususnya dari segmen remaja," kata Ebersman.
Facebook sendiri enggan merilis angka resmi seputar jumlah penggunanya berdasarkan segmen, terlebih lagi segmen remaja dan seberapa substansial segmen tersebut untuk saat ini.
Studi lain menemukan bahwa remaja berpaling dari Facebook karena adanya kekhawatiran aktivitas mereka dipantau oleh orang tuanya. Para remaja beralih ke Twitter, Tumblr, dan layanan seperti Snapchat, WhatsApp, di mana jumlah penggunanya terus meningkat signifikan dari sebelumnya. "Tapi, kami belum ditinggalkan investor. Bulan ini, harga saham kami mencapai rekor tertinggi," tutur Ebersman.
Saat ini, valuasi perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg itu mencapai US$142 miliar (Rp1.728 triliun).
Banyak akun "bunuh diri"
Penelitian lain mengungkapkan bahwa belasan juta pengguna Facebook di Inggris dan Amerika sudah tidak pernah kembali ke situs tersebut. Penyebabnya diduga masalah privasi dan ketakutan akan kecanduan menggunakan Facebook.
Tim peneliti dari University of Vienna, Austria, mengumumkan saat ini semakin banyak orang yang mulai melakukan 'virtual identity suicide', istilah untuk bunuh diri secara virtual dengan menghapus akunnya di Facebook.
Berdasarkan analisis sampel 600 orang, tim peneliti menemukan alasan utama dari orang-orang meninggalkan Facebook adalah isu-isu perlindungan data, tekanan sosial dari teman-teman yang sudah banyak meninggalkan Facebook, dan ketidakpuasan akan fitur Facebook.
"Skor tertinggi adalah karena orang-orang lebih peduli dengan privasinya, daripada ketakutan akan kecanduan Internet," kata Stefan Stieger, Psikilog dari University of Vienna.
Dari penelitian tersebut diketahui beberapa alasan seseorang berhenti menggunakan Facebook, seperti masalah privasi (48,3 persen), ketidakpuasan umum (13,5 persen), tekanan sosial (12,6 persen), dan perasaan ketakutan kecanduan Internet (6,0 persen).
Menurut Brenda Wiederhold, Editor Jurnal Cyberpsychology, alasan orang berbondong-bondong meninggalkan Facebook adalah berdasarkan laporan WikiLeaks mengenai tindakan Badan Keamanan Nasional (NSA) AS yang memata-matai data pengguna jejaring sosial. "Sekarang semua orang semakin waspada terutama mengenai masalah privasinya di Internet," kata Wiederhold.
Pembenaran Facebook
Upaya mematai-matai jejaring sosial yang dilakukan NSA itu, diakui CEO Facebook, Mark Zuckerberg, merusak kepercayaan pengguna Internet.
Zuckerberg mendesak pemerintah AS untuk berterus terang di hadapan publik, data apa saja sebenarnya yang telah mereka minta ke perusahaan Internet.
"Apa yang saya bisa katakan dari data itu. Saya pikir pemerintah akan lebih transparan dan berkomunikasi tentang cara mereka meminta data, akan lebih baik jika semua orang mengetahui hal itu," kata Zuckerberg di Washington, AS, Rabu 18 September 2013 silam.
Zuckerberg juga mengaku berang akibat program rahasia itu dan respons AS justru bisa mengasingkan negara lain dan merusak inovasi secara global. Respons AS yang menyatakan, "hanya memata-matai non-Amerika" justru jadi lebih buruk lagi, membahayakan perusahaan-perusahaan Internet Amerika, termasuk Facebook.
Pada pertengahan bulan, Facebook bergabung dengan Yahoo, Google and Microsoft Corp meminta Pengadilan Pengintaian Intelijen Asing membuka data yang mereka minta ke perusahaan-perusahaan tersebut.
Akibat kecurigaan soal pengintaian ini, banyak pengguna Facebook yang berhenti menggunakan jejaring sosial itu. Hal itu tampak dari sebuah penelitian baru yang mengungkapkan bahwa kurang lebih 11 juta pengguna di AS dan Inggris sudah tidak pernah lagi mengakses jejaring sosial fenomenal itu sejak awal tahun 2013.
Di tahun 2014 ini, posisi Facebook kian tersudut. Muncul jejaring-jejaring sosial baru yang menawarkan fitur anyar. Path, Instagram, Tumblr, dan WhatsApp. Jika tidak buru-buru banting setir, melahirkan fitur-fitur inovatif, bukan tak mungkin Facebook akan terkubur. Menyusul "teman-teman" lamanya, MySpace dan Friendster.(VIVA.co.id)



Sumber Berita: tanohgayo.com


http://tanohgayo.com/berita-tiga-tahun-lagi-facebook-diramalkan-kiamat-apa-sebabnya.html#ixzz2tGzKTGvW
Share:

smarphone konsumsi Gula ?



Smartphone mampu melakukan banyak hal, terutama bila Anda sudah tak lagi berada di depan komputer. Bahkan melalui aplikasi tertentu yang ada di smartphone, Anda bisa mengontrol semua pekerjaan dengan mudah.

Tapi masalahnya, semakin banyak aplikasi yang dibuka, baterai di smartphone akan cepat terkuras. Itulah masalah yang kini tengah dihadapi oleh para vendor ponsel, yang hingga sekarang belum mampu menciptakan baterai yang bisa bertahan lama.

Untuk mengatasi hal tersebut tim peneliti Virginia Tech baru-baru ini mengembangkan sebuah baterai bertenaga gula yang diklaim bisa menggantikan baterai konvensional di smartphone dan tablet.

Mengutip laman Ubergizmo, Minggu (26/1/2014), jangka waktu yang ditargetkan untuk mewujudkan hal ini diprediksi dapat terealisasi di tiga tahun ke depan atau tahun 2017 mendatang.

Dalam proses pengembangannya, baterai unik ini menggunakan reaksi kimia untuk menghasilkan listrik dari molekul yang terdapat pada gula. Tentu saja itu berbeda dari baterai bertenaga gula yang pernah dikembangkan sebelumnya.

Baterai yang dibuat saat ini sanggup menghasilkan kepadatan energi lebih tinggi dan hanya membutuhkan pengisian `bahan bakar` yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan model lainnya. (isk)


Sumber Berita: tanohgayo.com


http://tanohgayo.com/berita-tak-cuma-manusia-smartphone-juga-konsumsi-gula.html#ixzz2tGyJw16d
Share:

Sambut 437 tahun kota Takengon

Takengon. Tepat 17 Februari 2014, Kota Takengon genap berusia 437 tahun, dan untuk menyambut momen ulang tahun tersebut seluruh warga kota dihimbau untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan kondisi sosial budaya sebagai warisan yang harus terus dipertahankan

"437 tahun merupakan usia yang sangat lama, sudah saatnya pemahaman warga untuk menjaga kebersihan dan ketertiban Kota Takengon semakin meningkat", ungkap Bupati Aceh Tengah Ir. H. Nasaruddin, MM, ketika ditemui kamis 13 Februari 2014 di ruang kerjanya

Menurut Nasaruddin semakin bertambahnya usia kota, tahun demi tahun sedah semestinya menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kesadaran warga kota."Kemajuan kota tidak melulu urusan infrastruktur, tapi juga kualitas manusianya", kata Nasaruddin

Karena itu, dikatakan Nasaruddin, dengan usia kota yang sudah begitu lama, seharusnya warga malu kalau tidak tertib, kalau masih buang sampah sembarangan dan tidak patuh terhadap regulasi yang telah ditetapkan

Disamping himbauan langsung kepada masyarakat, Nasaruddin turut menekankan jajaran aparatur Pemerintah Daerah untuk berdiri terdepan dan menjadi teladan dalam melakukan perubahan minset masyarakat dalam memaknai hari jadi Kota Takengon

"Jajaran pemda selaku aparatur pemerintah harus menjadi contoh dan memberi teladan bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan", kata Nasaruddin

Contoh yang bisa langsung diterapkan, menurut Nasaruddin dimulai dari menjaga kebersihan kantor-kantor pemerintah dan ruang publik lainnya."Mari kita ajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan masing-masing", tandasnya.(MK)


Sumber Berita: tanohgayo.com


http://tanohgayo.com/berita-sambut-437-tahun-kota-takengon-warga-dihimbau-lebih-peduli.html#ixzz2tGwdenJn
Share:

Pramuka aceh tengah galang dana bantuan untuk korban sinabung



Takengon- Dewan Kerja Cabang Gerakan Pramuka Aceh Tengah melakukan aksi galang dana untuk masyarakat korban erupsi Gunung Sinabung. Aksi dilakukan untuk menunjukan sikap Pramuka yang peduli terhadap bencana yang melanda sebagian masyarakat yang terkena dampak di Provinsi Sumatera Utara itu.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Aceh Tengah, Jasadi, kamis (13/2) di Takengon

Menurut Jasadi, sebelumnya Aceh Tengah juga pernah mendapatkan musibah bencana gempa bumi yang terjadi 2 Juli 2013 lalu. pada saat itu banyak donatur, LSM, Organisasi Kemasyarakatan bahkan Pramuka dari penjuru daerah membantu masyarakat Aceh Tengah.

“Melalui Pramuka, kami mencoba berusaha membantu semaksimal mungkin, semoga bantuan ini dapat membantu masyarakat yang terkena dampak erupsi Sinabung", Papar Jasadi.

Sementara itu, Koordinator Lapangan yang juga Wakil Ketua DKC Aceh Tengah Novia Amalia menjelaskan penggalangan dana direncanakan dilaksanakan selama dua hari, hari pertama disejumlah ruas jalan persimpangan di Aceh Tengah, toko toko dan pada hari kedua sekolah sekolah.

“Kami prihatin dengan bencana di Sinabung, makanya kami punya inisiatif untuk membantu mereka melalui penggalangan dana”, katanya.

Novia berharap dengan bantuan tersebut dapat membantu meringankan penderitaan masyarakat korban erupsi gunung Sinabung, walaupun dana yang diberikan tidak begitu besar. (Ran)


Sumber Berita: tanohgayo.com


http://tanohgayo.com/berita-pramuka-aceh-tengah-galang-dana-untuk-sinabung.html#ixzz2tGvoNgT0
Share:

Cukup SMS Untuk tau Harga Komoditi Di Gayo



Takengon. Anda mau tahu harga komoditi unggulan dari dataran tinggi Gayo Kabupaten Aceh Tengah?, kini gampang caranya. Kenapa?, karena Dinas Perdagangan setempat telah meluncurkan sebuah sistim SMS Center untuk mengetahui harga 75 komoditi

‪"Dengan hanya melakukan SMS melalui nomor  082361835500, ke-75 komoditi tersebut langsung bisa diketahui harganya", kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindagkop) Aceh Tengah, Munzir, ketika meluncurkan nomor sms center informasi harga komoditi, Rabu (27/11) di Takengen

‪‪“Sistim informasi harga ini dibuat agar masyarakat mendapat harga yang akurat. Caranya, ketik Harga kemudian spasi dan sebutkan jenis komoditi. Kemudian dikirim ke no sms center 082361835500, dalam waktu kurang dari satu menit, harga sudah didapatkan”, jelas Munzir.‬

‪Perangkat lunak sms center yang mengoperasionalkan informasi data harga tersebut merupakan bantuan dari Yayasan Leuser Internasional (YLI) yang diberikan pada tiga kabupaten di Aceh, yakni Takengen, Bener Meriah dan Gayo Lues.

Munzir berharap mendapat masukan dari berbagai pihak agar sistim sms center komoditi ini berjalan dengan baik dan memenuhi kebutuhan akan harga komoditi di Aceh Tengah.‬

‪Beberapa warga Aceh Tengah yang mencoba mengetahui harga komoditi, langsung mendapat balasan dari sms center. Seperti harga komiditi kopi arabika biji kering pertanggal 25 November 2013 adalah Rp. 38.000,-/perkilo. Harga ini akan terus berubah, sesuai harga pasar yang berlaku setiap harinya.‬

‪Untuk harga Kopi Arabika Gelondong per-tanggal 25 November, adalah Rp.6500/kg. Selain daftar harga kopi, harga komoditi lainnya adalah alpukat, Ayam Boiler, Ayam Kampung, Bawang Merah, Beras, Besi Beton, Cabe Caplak, Kentang, Pupuk, Minyak Goreng, Seng, Susu, Telur Ayam, Tepung , terong Belanda, Tomat, Wortel dan sejumlah komoditi lainnya 

Kabid Perdagangan Disprindagkop Aceh Tengah, Zainul Purba berharap tahun depan SMS Center bisa dijadikan pusat info harga di Gayo, sekaligus mendukung Dataran Tinggi Gayo sebagai penghasil terbesar kopi arabika di Asia, apalagi kopi arabica yang diprodukdi merupakan kelas spesialti dan bersertifikat Internasional seperti Organik.‬

‪"Saya berharap tahun depan, harga kopi, jumlah kopi dan nama pedagang bisa diakses dengan mudah sehingga perdagangan kopi dari gayo terbuka lebar", kata Zainul sembari berharap agar perangkat lunak yan digunakan di SMS Center bisa menampung semua data kopi yang dibutuhkan.(WB)


Sumber Berita: tanohgayo.com



Share:

INGAT COVID, INGAT MASKER

DATA COVID-19 INDONESIA

😷 Positif:

😊 Sembuh:

😭 Meninggal:

(Data: kawalcorona.com)

Support