KECAMATAN ATU LINTANG KABUPATEN ACEH TENGAH PROVINSI ACEH

Gebrak Masker Aceh Kecamatan Atu Lintang

tanohabu.blogspot.com- Camat kecamatan Atu Lintang sosialisasikan dalam rangka mendukung Pemerintah Aceh melakukan kampanye Gerakan Masker Aceh (GEMA) untuk mencegah penyebaran Covid-19 sosialisasi dan pembagian masker ,spanduk dan juga leflet dilaksanakan di Kampung Atu Lintang Kecamatan Atu Lintang Kabupaten Aceh Tengah (04 Agustus 2020).

GEMA dilakukan oleh Pemerintah Aceh mengingat kasus positif terinfeksi virus corona terus meningkat di Serambi Makah. Salah satu upaya pencegahan penularan dengan menggunakan masker.

Melalui gerakan ini, masyarakat diharapkan lebih sadar terhadap bahaya virus corona dan mulai mengenakan masker untuk mencegah penularan

Kampanye ini juga akan diisi dengan pemasangan spanduk berisi ajakan memakai masker di masjid-masjid, serta penyampaian materi pentingnya penggunaan masker di setiap mimbar khutbah Jumat.

Sementara itu, Camat Kecamatan Atu Lintang Bapak Hermansyah  menyatakan Gebrak Masker merupakan sosialisasi untuk mengingatkan masyarakat kembali akan penggunaan masker, Sebab, pemerintah tidak dapat bergerak sendiri dalam pemutusan mata rantai penularan virus corona.Seluruh komponen termasuk masyarakat juga harus terlibat dalam upaya pencegahan. Bapak Camat juga menjelaskan bahwasanya  bantuan yang didapat untuk kecamatan Atu Lintang yaitu masker dengan jumlah 2100 Buah ,spanduk 2 Buah dan Leflet 3 Rim.

"Gerakan ini lebih kepada edukasi bahwa Covid-19 ini nyata adanya dan harus dicegah dengan serius dengan disiplin terapkan protokol kesehatan," 

Turut hadir dalam sosialisasi penggunaan masker tersebut adalah Bapak Danramil Kecamatan Atu Lintang Bapak Kapolpos Kecamatan Atu Lintang,UPTD Puskemas Atu Lintang Pendamping Desa, dan Aparatur kampung Se Kecamatan Atu Lintang.

Pada akhir acara sosialisasi tersebut dilaksanakan penyerahan secara simbolis bantuan berupa Masker dan  Leflet  kepada 11 Kampung di Kecamatan Atu Lintang yang langsung di terima oleh reje dari masing-masing Kampung. 

Kampung Tanoh Abu salah Satu kampung yang mendapatkan bantuan masker dan leflet lansung membagikan masker bantuan tersebut,adapun masker yang didapat dalam Kegaiatan Sosialisasi GEMA untuk Kampung Tanoh Abu Berjumlah 133 Buah  dan juga leflet yang akan di tempel di setiap rumah warga.








Share:

sensus penduduk september 2020 Kampung Tanoh Abu

Tanoh Abu - Kegiatan lapangan Sensus Penduduk 2020 resmi diluncurkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui acara "Kick Off Sensus Penduduk September 2020", Senin (31/8/2020). Peluncuran Sensus Penduduk 2020 secara offline ini disiarkan langsung melalui YouTube BPS, Senin (31/8/2020) siang.



 "Pencacahan lapangan mulai dilaksanakan di Kampung Tanoh Abu , 2 September 2020," kata Petugas sensus BPS Bapak Endi , Sistem sensus penduduk tahun 2020 memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu menggunakan metode kombinasi dengan menggunakan data Dukcapil dari Kemendagri sebagai data dasar. Beberapa waktu lalu, sensus penduduk online telah selesai digelar, yaitu pada 15 Februari-29 Mei 2020. 

"Pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 akan dilanjutkan dengan pencacahan lapangan di bulan September 2020 untuk mencatat penduduk Kampung tanoh Abu Kecamatan Atu Lintang  yang belum mengikuti sensus penduduk online," kata Sabil. Untuk seluruh penduduk, baik yang sudah mengikuti sensus penduduk online maupun yang belum, akan dicek kembali keberadaannya oleh petugas sensus.

sesuai dengan surat Bupati Aceh Tengah Nomor 470/3686/DKPS/ Perihal Dukungan Pelaksanaan Sensus Penduduk September 2020 dan Surat Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Tengah  Nomor B-240/BPS/1106/08/2020 Perihal permohonan pelibatan Kepala Kampung  dan kepala Dusun pada pelaksanaan sensus penduduk september 2020. menegasakan untuk mendukung Sensus Penduduk September 2020 dengan melibatkan Kepala Kampung  dan kepala Dusun .keterlibatan tersebut dalam bentuk:
  1. Membantu Petugas sensus memeriksa daftar penduduk di kampung/dusun masing-masing
  2. membantu petugas sensus melakukan verivikasi lapangan keberadaan penduduk di kampung /dusun masing-masing
  3. mendorong masyarakat untuk mengisi Kuisioner SP2020 dan mengembalikan kuisioner tersebut kepada petugas sensus setelah diisi dengan baik teratur.
  4. agar tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid 19.
untuk saat ini kegiatan Sensus Penduduk September 2020 dikampung Tanoh Abu Kecamatan Atu Lintang sedang berjalalan untuk pendataannya sendiri dilakukan setiap kepala dusun mendampingi 2 petugas sensus, dusun yang berada di Kampung Tanoh Abu terdapat 2 dusun yaitu Dusun Temas Miko dan Dusun Merah Silo. Bapak Warsono Selaku Reje Kampung Tanoh Abu meminta kepada masyarakat untuk mendukung dan berkerjasama dalam memberikan data kepada petugas sensus supaya ini menjadi langkah penting pewujudan Satu Data Kependudukan Indonesia.
Share:

MANFAATKAN POTENSI DESA SAAT PANDEMI

Desa menjadi sumber aktivitas produksi komoditas yang berasal langsung dari alam. Desa juga menjadi rumah bagi para pelaku usaha mikro kecil yang produknya unik dan khas.

Tidak jarang banyak desa di pelosok nusantara masyarakatnya mampu menghasilkan produk unggulan dengan nilai jual tinggi. Bahkan alam pedesaan di hampir seluruh desa di Indonesia merupakan destinasi wisata yang sungguh menarik perhatian.






 

Namun sayangnya, masih banyak kendala bagi desa-desa di Indonesia untuk maju, berkembang, hingga meningkat kesejahteraan masyarakatnya. Sejumlah kendala dimaksud di antaranya masih kurangnya kualitas sumber daya manusia (SDM) di desa-desa untuk dapat mengolah potensi ekonomi menjadi sumber kesejahteraan bersama.

Saluran informasi yang memadai kerap kali menjadi faktor penghambat kemajuan desa yang lain. Selain itu, masih terbatasnya infrastruktur termasuk teknologi informasi juga kerap kali menjadi kendala yang mengganggu sehingga potensi dan produk unggulan desa tidak terpromosikan dengan baik

Desa tanoh Abu Kecamatan Atu Lintang sebagai desa/kampung yang memiliki usaha home industri kerajinan bambu, didukung sebagai kawasan yang memiliki potensi bambu. 

Pengrajin di Desa tanoh abu menghasilkan beragam produk dan peralatan rumah-tangga berbahan baku bambu. Seperti tampah, capil, tempat nasi, dan lainnya. Saat ini, produk bambu ini pemasarannya masih dalam wilayah desa dan desa tetanga.

Bapak sarno sebagai pengrajin bambu menututkan bahwasanya  masih membutuhkan berbagai alat pendukung, seperti  mesin pengirat dan mesin pembelah bambu untuk hasil yang maksimal. Mesin pengirat dibutuhkan untuk menghasilkan iratan tipis. Selama ini perajin selama ini menggunakan cara manual untuk membelah bambu.

Di masa mendatang, tentu ini perlu ditangkap sebagai peluang yang dapat diambil oleh Desa kususnya desa tanoh abu kecamatan atu lintang melalui Badan Usaha Milik Desa, maupun stekholder yg terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdangangan Koperasi Kabupaten Aceh Tengah untuk menyelenggarakan pelatihan bagi para perajin guna meningkatkan kemampuan dan wawasan supaya bisa meningkatkan produktivitas perajin, misalnya dukungan pelatihan kerajinan sejenis serta inovasi produk dan pemasaran.

Dalam membantu pemesanan produk dalam sekala kecil dan besar dapat langsung menghubungi no Hp.  6281393203165 

Share:

Peran Pemerintah Kampung Tanoh Abu dalam Kegiatan Konvergensi pencegahan Stunting

TANOH ABU || Dalam rangka peningkatan peran Pemerintah Kampung  dalam Kegiatan Konvergensi pencegahan Stunting di Kampung Tanoh Abu, telah dilaksanakan langkah langkah dalam upaya pencegahan, penanganan Locus Stunting dan pembangunan kesehatan melalui  APBDesa Tanoh Abu Tahun Anggaran 2020 dan RKPDesa tahun 2020.



Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi dibawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir, akan tetapi kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.

Balita pendek (stunted) dan sangat pendek (severely stunted) adalah balita dengan panjang badan (PB/U) atau tinggi badan (TB/U) menurut umurnya dibandingkan dengan standar baku WHO-MGRS (Multicentre Growth Reference Study) 2006. 

Balita Kerdil atau Stunting tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita, akan tetapi disebabkan oleh banyak faktor,  secara umum beberapa penyebab stunting ialah Praktek pengasuhan yang kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, serta setelah ibu melahirkan. Masih terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC-Ante Natal Care (pelayanan kesehatan untuk ibu selama masa kehamilan), Post Natal Care dan pembelajaran dini yang berkualitas. Faktor lainnya yaitu kurangnya akses air bersih dan sanitasi yang baik serta masih kurangnya akses keluarga untuk mendapatkan makanan bergizi karena daya beli masyarakat rendah.

CEGAH STUNTING dengan optimalisasi gizi & kesehatan anak dari masa kehamilan hingga usia 2 tahun. Pada akhirnya secara luas stunting akan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan memperlebar ketimpangan ekonomi dan sosial. Kemandirian keluarga merupakan hal penting dalam mencegah permasalahan gizi ini berlansung lebih lanjut. Masyarakat perlu mendapatkan edukasi mengenai gizi dan kesehatan. Menurut Doddy Izwardi Direktur Bina Gizi, Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, Kementerian Kesehatan RI, bahwa yang paling vital adalah membangun sumber dayanya. Dengan kemandirian keluarga yaitu pengetahuan dan sikap orang tua terkait pemberian makanan yang memenuhi gizi seimbang, stunting bisa terhindar yaitu melalui optimalisasi gizi dan kesehatan dalam 1000 hari pertama kelahiran yaitu dari masa kehamilan hingga golden age usia 2 tahun.

Kegiatan yang telah di anggarkan dalam APBDesa tahun anggaran 2020 :

1. Penetapan KPM , Kader Pembangunan Manusia 

2. Perehapan Gedung PAUD 

3.Pembangunan MCK Gedung PAUD

4. Pemberian makanan tambahan bagi Lansia ,PMT bagi Ibu Hamil Kek/Resti dan Pemebirian PMT bagi anak Stunting yang berada di kampung Tanoh abu.

5. Pemberian makanan tambahan bagi Balita

6.Insentif Kader Posyandu

7. Insentif Kader Posbindu

8. Penyediaan dan distribusi air bersih kerumah tangga

9. Pengadaan Alat Edukasi Permainan ( APE) 

10. Sosialisasi, penyuluhan pencegahan Locus Stunting 

Berikut Renca kerja tindak lanjut kegiatan Konvergensi pencegahan Stunting di Kampung Tanoh Abu :

1. Pembentukan RDS

2. Diskusi terarah / FGD

3. Diskusi terarah antar Desa

4. Pra Musdes/Musrenbang (Rembuk Stunting Di Desa)

6. Pemantauan Bulanan

7. Pemantauan 3 bulanan

8. Rapat Rutin RDS

9. Evaluasi tahunan

10. Kegiatan Posyandu Setiap Bulannya yang di adakan setiap tanggal 10

Berikut    5 paket layanan pencegahan Stunting di Kampung Tanoh Abu Kecamatan Atu Lintang Kabupaten Aceh Tengah :

1. Pelayanan KIA

2. Konseling Gizi terpadu

3. Sanitasi dan air bersih

4. Perlindungan sosial

5. PAUD

 

Suksesnya kegiatan pencegahan, penanganan Locus Stunting dan pembangunan kesehatan di Kampung bukan hanya ditangan pengurus RDS dan Pemerintah Desa saja, namun dibutuhkan peran aktif, partisipasi dan dukungan masyarakat Desa. baik berupa partispasi dalam Musyawarah , gotong royong, penyampaian usulan ataupun keikutsertaan dalam kegiatan tsb terkhusus dalam mengubah pola hidup untuk menjadi lebih Sehat.

Share:

INGAT COVID, INGAT MASKER

DATA COVID-19 INDONESIA

😷 Positif:

😊 Sembuh:

😭 Meninggal:

(Data: kawalcorona.com)

Support